Sabtu, 11 Desember 2021

Pengadilan AS menolak tawaran Trump untuk merahasiakan dokumen kerusuhan Capitol


SEPUTARBERITA
Pengadilan banding federal AS pada hari Kamis menolak upaya mantan presiden Donald Trump untuk mencegah rilis catatan Gedung Putih terkait dengan serangan 6 Januari di Capitol. Pengadilan banding setuju dengan keputusan pengadilan yang lebih rendah bahwa Presiden Joe Biden dapat mengabaikan hak 


istimewa eksekutif atas catatan tersebut, sehingga catatan tersebut dapat diserahkan kepada panel Kongres yang menyelidiki kekerasan yang dilakukan oleh para pendukung Trump. Trump, yang dituduh mengobarkan serangan terhadap Kongres AS, berusaha menggunakan hak istimewanya sebagai mantanAGENDOMINO 


presiden untuk merahasiakan dokumen dan catatan telepon yang mungkin terkait dengan serangan itu. Namun pengadilan mengatakan keputusan Biden lebih berbobot dalam kasus ini. "Hak seorang mantan presiden tentu tidak memiliki bobot yang lebih besar dari pada yang sedang menjabat," kata pengadilan Agen Poke


banding dalam putusannya. "Dalam kasus ini, Presiden Biden, sebagai kepala Cabang Eksekutif, secara khusus menemukan bahwa Kongres telah menunjukkan kebutuhan yang mendesak untuk dokumen-dokumen ini dan bahwa pengungkapan adalah demi kepentingan terbaik bangsa," kata pengadilan.

0 komentar:

Posting Komentar