Sabtu, 11 Desember 2021

Korban tewas akibat letusan Gunung Semeru naik menjadi 39


SEPUTARBERITA
Korban tewas akibat letusan Gunung Semeru telah meningkat menjadi 39 orang, kata pihak berwenang Rabu, ketika tim penyelamat bergegas mengambil lebih banyak mayat di bawah ancaman aktivitas gunung berapi lebih lanjut. Gunung tertinggi di pulau Jawa bergemuruh pada hari Sabtu, mengeluarkan abu 


vulkanik ke langit dan hujan lumpur panas di desa-desa ketika ribuan orang panik meninggalkan rumah mereka. "Tim pencarian dan penyelamatan menemukan empat mayat lagi hari ini," kata Badan Pencarian dan Penyelamatan Nasional dalam sebuah pernyataan. Korban lain yang terluka meninggal di rumah sakit AGENDOMINO


pada hari Selasa, tambahnya, sehingga jumlah korban tewas meningkat dari 34 menjadi 39. Seorang juru bicara badan tersebut mengatakan 12 orang masih hilang. Bencana itu menyelimuti desa-desa dengan abu abu dan memaksa lebih dari 4.000 orang mengungsi ke tempat penampungan sementara. Pengungsi 


mengeluh batuk, infeksi dada dan diare, menurut petugas medis di tempat penampungan di kabupaten Lumajang. Yang lain menyatakan kelegaan karena berhasil keluar hidup-hidup dan dipersatukan kembali dengan aman dengan orang-orang terkasih. Sutimah, seorang wanita berusia 45 tahun yang berlindung di 


sebuah tempat penampungan, mengatakan suaminya lolos dari semburan lumpur tepat pada waktunya. Suami saya bekerja sebagai penambang. Jika dia melarikan diri beberapa detik kemudian, dia akan terbunuh. Rekannya, seorang sopir truk, tersapu oleh semburan lumpur," katanya kepada AFP. Tim Agen Poke


penyelamat telah menghadapi kondisi berbahaya dalam mencari mayat yang terkubur di bawah lumpur dan puing-puing rumah yang runtuh. Kepala badan vulkanologi negara itu mengatakan masih ada potensi "letusan sekunder" dan memperingatkan orang-orang untuk menjauh.

0 komentar:

Posting Komentar