Selasa, 28 Desember 2021

Kapal yang membawa pengungsi Rohingya terdampar di Aceh


SEPUTARBERITA
Sebuah kapal yang membawa puluhan pengungsi Rohingya termasuk perempuan dan anak-anak mogok dan terdampar di perairan lepas pantai provinsi Aceh, kata pihak berwenang setempat dan kelompok kemanusiaan, Senin. Pengungsi Rohingya dari Myanmar telah bertahun-tahun berlayar ke negara-negara 


seperti Malaysia, Thailand dan Indonesia antara November dan April ketika laut tenang. Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) mengatakan pada hari Senin bahwa kapal yang membawa Rohingya terlihat pada hari Minggu di perairan Bireuen, Aceh dan sedang bekerja dengan pihak AGENDOMINO


berwenang setempat untuk menyelamatkan kelompok tersebut. Ada sekitar 70 pengungsi di kapal itu, kata cabang Amnesty International di Indonesia, mengutip pihak berwenang setempat. Badruddin Jusuf, seorang pemimpin komunitas nelayan setempat, memperkirakan jumlah kapal sebanyak 120 orang dan 


mengatakan mereka telah diberi makanan, lapor Reuters. Amnesty International Indonesia mengatakan para nelayan telah meminta pihak berwenang setempat untuk menyelamatkan Rohingya yang terdampar. "Perlu ada tanggung jawab bersama antar negara kawasan untuk melakukan pencarian dan penyelamatan 


agar (pengungsi) terhindar dari bahaya di laut...," kata Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia (AII) Usman Hamid. Lebih dari 730.000 Muslim Rohingya melarikan diri dari Myanmar pada Agustus 2017 setelah tindakan keras militer yang menurut para pengungsi termasuk pembunuhan massal dan Agen Poke


pemerkosaan. Kelompok hak asasi mendokumentasikan pembunuhan warga sipil dan pembakaran desa. AII juga mengatakan bahwa pemerintah perlu mengambil tindakan cepat untuk membantu masyarakat perahu. "Mereka membutuhkan tanggap darurat dari pihak berwenang..," kata Usman 


dalam sebuah pernyataan. Pihak berwenang Myanmar mengatakan mereka memerangi pemberontakan dan menyangkal melakukan kekejaman sistematis. Ratusan pengungsi Rohingya telah mencapai Aceh secara berkala selama beberapa tahun terakhir, yang semuanya telah berada di laut selama berbulan-bulan

0 komentar:

Posting Komentar