Selasa, 28 Desember 2021

Indonesia Tolak Pengungsi Rohingya, Kirim Kapal Terdampar ke Malaysia


SEPUTARBERITA
Puluhan pengungsi Rohingya dicegat setelah kapal mereka mengalami masalah di lepas pantai provinsi Aceh sedang dikirim ke perairan Malaysia, kata pihak berwenang, Selasa. Setidaknya 100 sebagian besar perempuan dan anak-anak di atas kapal kayu yang dikatakan mengambil air ditolak perlindungannya di 


Indonesia dan malah didorong ke negara tetangga di Asia Tenggara. Meskipun ada panggilan dari organisasi non-pemerintah dan badan PBB untuk pengungsi, pihak berwenang Indonesia berusaha untuk mengirim kelompok itu kembali setelah memberikan pasokan, pakaian dan bahan bakar, serta teknisi AGENDOMINO 


untuk memperbaiki kapal mereka yang rusak. “Kami berharap (persediaan) dapat membantu Rohingya untuk melanjutkan perjalanan mereka ke Malaysia seperti yang mereka rencanakan dan niatkan,” kata Winardy, juru bicara kepolisian Aceh kepada AFP. “Kami akan pantau sampai mereka sampai di tempat 


tujuan,” ujarnya. Kapal kayu itu pertama kali terlihat dua hari lalu, terdampar sekitar 70 mil laut di lepas pantai Indonesia, menurut seorang komandan angkatan laut setempat. Pihak berwenang Indonesia tidak mendorong kembali pengungsi Rohingya sekuat Malaysia atau Thailand, melainkan dengan enggan 


menerima mereka setibanya di laut. Namun Amnesty International dan UNHCR telah meminta pemerintah untuk membiarkan kelompok pengungsi Rohingya yang terdampar itu mendarat. "Ini tentang hidup dan mati. Ada perempuan dan anak-anak, kita harus memperhatikan kesehatan mereka," kata direktur Agen Poke  


eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid dalam sebuah pernyataan. UNHCR juga meminta Jakarta untuk membiarkan penumpang kapal turun, menunjuk pada kapal yang tidak layak laut. Badruddin Yunus, seorang pemimpin komunitas nelayan setempat, mengatakan kepada AFP bahwa nelayan yang mengunjungi kapal tersebut melaporkan ada 120 orang di dalamnya, termasuk 51 anak-anak dan 60 wanita.

0 komentar:

Posting Komentar