Minggu, 05 Desember 2021

Warga di bayang-bayang Gunung Semeru menganggap reruntuhan


SEPUTARBERITA
Dikelilingi oleh pemandangan apokaliptik abu cair dan lumpur, penduduk setempat yang tinggal di bawah bayang-bayang Gunung Semeru di Indonesia menyisir barang-barang yang hancur pada hari Minggu setelah rumah mereka diselimuti oleh letusan sehari sebelumnya. Para ayah menggendong anak 


perempuan yang menderita, penduduk desa yang sudah tua mengangkat kasur di punggung mereka dan para petani membawa kambing yang selamat, mencoba menyelamatkan apa yang mereka bisa dari tempat desa mereka dulu ada. “Kami tidak tahu kalau itu lumpur panas,” kata Bunadi, warga Kampung Renteng. AGENDOMINO


Tiba-tiba, langit menjadi gelap karena hujan dan asap panas datang." Letusan tiba-tiba, yang menewaskan sedikitnya 13 orang dan melukai puluhan orang ketika gumpalan abu dan aliran lava menghantam dusun terdekat, telah memaksa ratusan keluarga mengungsi dan menyebabkan banyak orang kehilangan tempat 


tinggal. Di sebuah masjid setempat, para ibu duduk di lantai di samping anak-anak mereka yang sedang tidur, beruntung telah lolos dari banjir bandang yang menyelimuti seluruh desa dengan abu dan meninggalkan puluhan orang dengan luka bakar parah. Beberapa kembali ke kota hantu mereka setelah 


letusan meskipun risiko kesehatan mereka dari udara kotor, putus asa untuk mengambil potongan-potongan dari lautan lumpur yang tajam. Di salah satu rumah di Lumajang, Jawa Timur, piring, periuk, dan mangkok diletakkan di atas meja seolah-olah makan malam sedang disajikan, tetapi makanan itu Agen Pokec


telah diganti dengan seporsi abu vulkanik. Beberapa penduduk setempat dengan putus asa mencari teman dan kerabat yang hilang. “Ada 10 orang yang terbawa semburan lumpur,” kata Salim, warga Kampung Renteng lainnya. "Salah satu dari mereka hampir diselamatkan. Dia disuruh lari tapi bilang, 'Tidak bisa, siapa yang akan memberi makan sapi saya

0 komentar:

Posting Komentar