SEPUTARBERITARibuan orang mengerumuni kantor polisi Pakistan, membakarnya dan pos-pos pemeriksaan di dekatnya setelah menuntut agar petugas menyerahkan seorang pria yang dituduh membakar Alquran, kata polisi Senin. Kerumunan hingga 5.000 orang mengepung kantor polisi di kota Charsadda di barat laut provinsi
Khyber Pakhtunkhwa pada Minggu malam, juga membakar lebih dari 30 mobil. Pada Senin pagi, sekitar 2.000 orang tetap berada di luar kantor polisi membakar seragam petugas. "Massa menyerbu kantor polisi meminta untuk menyerahkan pria itu kepada mereka sehingga mereka bisa membakarnya hidup-hidup AGENDOMINO
seperti dia membakar Alquran," kata kepala polisi distrik, Asif Bahadur kepada AFP. Identitas dan agama tersangka belum diungkapkan oleh polisi, kata Bahadur. "Motif di balik pembakaran Al-Qur'an masih belum diketahui tetapi kami sedang menyelidiki." Penistaan agama adalah masalah yang sangat sensitif di
Pakistan yang berpenduduk mayoritas Muslim, di mana bahkan tuduhan yang tidak terbukti dapat memicu massa dan kekerasan. Kelompok-kelompok hak asasi manusia mengatakan undang-undang itu sering dibajak untuk balas dendam pribadi, dengan sebagian besar sasarannya adalah minoritas. Sepasang suami Agen Poke
istri Kristen digantung kemudian dibakar di tempat pembakaran di Punjab pada tahun 2014 setelah dituduh menodai Alquran. Seorang mantan gubernur Punjab Salman Taseer ditembak mati oleh pengawalnya, Mumtaz Qadri, di Islamabad pada 2011 atas seruannya untuk reformasi undang-undang penistaan agama.





0 komentar:
Posting Komentar