SEPUTARBERITAOrganisasi Pangan dan Pertanian (FAO) telah meminta negara-negara untuk berbuat lebih banyak untuk mengatasi resistensi antimikroba (AMR), yang oleh para ahli disebut sebagai “pandemi senyap” yang
mempengaruhi kesehatan manusia dan hewan, memperingatkan bahwa kegagalan untuk mengatasi masalah ini dengan benar akan menjadi mahal. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, AMR terjadi ketikaAGENDOMINO
bakteri, virus, jamur dan parasit berubah dari waktu ke waktu dan tidak lagi merespon secara efektif terhadap obat-obatan, membuat infeksi lebih sulit untuk diobati dan meningkatkan risiko penyebaran
penyakit. WHO telah mengidentifikasi AMR sebagai "salah satu dari 10 ancaman kesehatan masyarakat global teratas yang dihadapi umat manusia." Perwakilan FAO di Indonesia dan Timor Leste Rajendra .Agen Poke
Aryal mengatakan kenaikan AMR secara global mengancam akan mempersulit orang mencari pengobatan yang efektif untuk penyakit menular umum seperti pneumonia, tuberkulosis dan keracunan darah, karena antibiotik telah kehilangan kemanjurannya.





0 komentar:
Posting Komentar