SEPUTARBERITAMohd. Rohim, seorang pencari suaka berusia 32 tahun dari Myanmar yang telah berada di Indonesia selama satu dekade, mengatakan bahwa dia tidak pernah mengenakan masker selama berinteraksi dengan
lebih dari 100 pencari suaka dan pengungsi yang tinggal bersama di shelter Hotel Pelangi di Medan, Sumatera Utara. Dan karena bagaimana sistem Indonesia diatur, dia termasuk di antara ribuan pengungsi AGENDOMINO
di negara ini yang berada di paling belakang antrian vaksinasi. Kurang lebih 19 bulan dalam pandemi global, Rohim mengatakan dia sepenuhnya menyadari risiko mengabaikan protokol kesehatan, bahkan
ketika diketahui bahwa tujuh orang di tempat penampungannya telah tertular virus. Satu dari tujuh orang meninggal pada Juli setelah dirawat karena penyakit itu. “Saya belum divaksinasi dan saya tahu itu sangat Agen Poker
berisiko, tetapi kami [hanya bisa] berkumpul di sini tanpa menjaga jarak aman atau memakai masker,” katanya kepada The Jakarta Post pada hari Kamis di tempat penampungan di Medan.





0 komentar:
Posting Komentar