SEPUTARBERITAIndonesia berkomitmen penuh untuk mengendalikan perubahan iklim, termasuk mengurangi emisi sebesar 29 persen pada tahun 2030. Penurunan emisi akan difokuskan pada sektor energi dan sektor maritim, serta tata kelola hutan dan pengelolaan lahan. Pemerintah fokus merehabilitasi dan merestorasi ekosistem
mangrove dan lahan gambut untuk membantu Indonesia memenuhi komitmen yang telah dibuat dalam Perjanjian Paris. Indonesia memiliki salah satu kawasan mangrove terluas dan lahan gambut terluas keempat di dunia. Mangrove memiliki kemampuan menyerap karbon dengan kecepatan empat sampai AGENDOMINO
lima kali lebih besar dari hutan tropis daratan, sementara lahan gambut tropis negara menyimpan 30 persen cadangan karbon dunia. Melalui Badan Restorasi Mangrove dan Gambut (BRGM), restorasi gambut telah dimulai di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah,
Kalimantan Selatan dan Papua. Tahun ini, BRGM telah membangun 85 sumur dalam, 850 kanal sekat dan 18 kanal urukan, revegetasi 510 hektar dan menggelar 244 program revitalisasi mata pencaharian. Sementara itu, pekerjaan rehabilitasi mangrove juga telah dimulai di sembilan provinsi, yakni Sumatera
Utara, Riau, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Papua, dan Papua Barat. Presiden Jokowi menargetkan 34.000 ha untuk tahun 2021 dengan menanam 29.500 ha mangrove di sembilan provinsi “Tahun 2021 merupakan tahun pertama program
percepatan rehabilitasi mangrove dimulai, maka dengan data yang kami miliki, kami memilih lokasi dengan probabilitas keberhasilan yang tinggi dan diterima dengan baik oleh masyarakat,” kata Hartono, ketua BRGM. Sejauh ini, program tersebut melibatkan 470 kelompok masyarakat (pokmas) dan desain.Agen Poker
teknis untuk 83 persen lokasi penanaman mangrove telah disiapkan. Upaya ini diharapkan selesai pada November 2021. Program rehabilitasi mangrove juga terbukti bermanfaat bagi perekonomian, terutama di masa pandemi. Hartono mengatakan, proyek tersebut dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). “Artinya semua pekerjaan dilakukan oleh masyarakat, dengan model pembayaran rekening ke rekening. Jadi tidak melibatkan pihak ketiga,” jelasnya





0 komentar:
Posting Komentar