Selasa, 05 Oktober 2021

Apa yang perlu disiapkan industri perhotelan untuk era pascapandemi


SEPUTARBERITA
Sudah 18 bulan sejak kasus COVID-19 pertama ditemukan di Indonesia. Banyak kemajuan telah dibuat sejak - pemerintah memulai program vaksinasi pada pertengahan Januari 2021 dan bertujuan untuk menyuntik 70 persen populasi pada akhir tahun. Pemerintah melonggarkan pembatasan di lebih banyak 


daerah karena kasus baru menurun sejak Agustus 2021, yang merupakan kabar baik bagi sektor pariwisata dan perhotelan. Dengan protokol kesehatan dan pengukuran keselamatan, perjalanan domestik terus meningkat dan tren staycation akan menjadi semakin populer. Namun, Indonesia belum keluar dari hutan. AGENDOMINO


Sektor pariwisata dan perhotelan termasuk yang paling terpukul oleh pandemi sebagai akibat dari penguncian dan pembatasan mobilitas. Okupansi hotel anjlok drastis tahun lalu, dan banyak di antaranya masih berjalan dengan okupansi satu digit hingga saat ini. Lebih dari 2.000 hotel ditutup secara permanen 


selama pandemi, menurut Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Oleh karena itu, mereka yang masih berbisnis perlu cepat beradaptasi dengan new normal agar dapat bertahan dari krisis global. Mengingat bahwa hotel adalah tempat dengan interaksi tingkat tinggi antara tamu dan staf, menerapkan 


langkah-langkah kebersihan dan keamanan yang komprehensif sangat penting untuk membatasi potensi penyebaran virus. Langkah-langkah dapat mencakup penyediaan pembersih tangan, peningkatan pembersihan ruang publik seperti lobi, meja depan, dan lift, serta memastikan jarak sosial dan sirkulasi Agen Poker


udara yang memadai. Praktik kebersihan terbaik sangat penting untuk memenangkan kepercayaan tamu Anda. Inisiatif seperti HygienePass bertujuan untuk membangun kepercayaan di antara para pelancong, sehingga mereka merasa aman dan terlindungi saat menginap di hotel. HygienePass adalah program 


sertifikasi kebersihan dan sanitasi skala industri untuk sektor perhotelan yang pertama kali diperkenalkan di Indonesia bekerja sama dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI).

0 komentar:

Posting Komentar