Jumat, 17 September 2021

Kelompok hijau desak perpanjangan moratorium izin sawit Indonesia


SEPUTARBERITA
Kelompok-kelompok hijau pada hari Kamis mendesak Indonesia untuk memperpanjang moratorium izin kelapa sawit baru dan meningkatkan pelaksanaannya, memperingatkan risiko kehilangan jutaan hektar hutan untuk ekspansi perkebunan. Indonesia, produsen minyak sawit terbesar dunia, meluncurkan 


moratorium pada September 2018 untuk mencoba menghentikan deforestasi yang disebabkan oleh minyak sawit, sambil berusaha meningkatkan produksi dari area budidaya yang ada. Moratorium berakhir pada 19 September. Tiga tahun tidak cukup untuk menyelesaikan masalah kelapa sawit terkait deforestasi, Inda AGENDOMINO


Fatinaware, direktur eksekutif di kelompok non-pemerintah Sawit Watch, mengatakan dalam sebuah seminar virtual. “Tidak hanya moratorium yang perlu diperpanjang, tetapi juga perlu perbaikan tata kelola yang konkrit,” tambahnya. Dalam pelaksanaannya, kata Inda, pemerintah belum transparan dan isu-isu di 


luar perizinan nyaris tidak tertangani. Selain menangguhkan izin baru, pemerintah juga perlu meninjau kembali areal yang diberikan kepada perusahaan untuk budidaya sawit yang belum dimanfaatkan, atau diduga digunakan untuk tujuan lain. Hingga Juli 2019, pemerintah telah menemukan 1,49 juta hektar area Agen Poker


konsesi yang tidak digunakan dan lebih dari 1,5 juta hektar yang digunakan tidak sesuai dengan izin mereka, data pemerintah menunjukkan. Sebagian lahan akan ditetapkan kembali sebagai kawasan hutan. Pejabat di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, yang mengawasi moratorium, tidak segera menanggapi pesan Reuters yang meminta komentar

0 komentar:

Posting Komentar