Selasa, 17 Agustus 2021

Musim kemarau mulai melanda, upaya perlindungan ekosistem gambut di Sumatera diperkuat


SEPUTARBERITA
Sumatera adalah rumah bagi sebagian besar lahan gambut di Indonesia dan oleh karena itu upaya yang diperkuat untuk melindungi ekosistem lahan gambut di pulau itu sangat diperlukan karena musim kemarau yang memicu kebakaran hutan telah tiba. Dari total 14,9 juta hektar lahan gambut di Indonesia, sekitar 6,4 


juta hektar, 43,2 persen, terdapat di Sumatera. Namun, beberapa dari lahan gambut ini telah dikeringkan, yang menyebabkan kebakaran hutan dan lahan. Situasi ini, menurut guru besar IPB University Bambang Hero Saharjo sangat genting. Dampak kebakaran lahan gambut di Indonesia dapat membuat negara ini AGENDOMINO


menjadi sorotan dunia internasional mengingat kebakaran lahan gambut tidak hanya berdampak pada lingkungan dan kesehatan tetapi juga meningkatkan emisi karbon global. Intinya, perlindungan dan pengelolaan lahan gambut berkelanjutan perlu segera diintensifkan. “Jauh lebih baik menjaga lahan 


gambut mengingat ketika rusak membutuhkan waktu lama untuk pulih,” katanya. Untuk itu, Bambang menyarankan agar sistem peringatan dini kebakaran harus ada dan hukum harus ditegakkan secara tegas. Ia juga mengatakan, kerja cepat di lapangan harus sejalan dengan infrastruktur dan sistem yang telah 


dikembangkan. “Memasuki musim kemarau, petugas yang ditugaskan harus memastikan peralatan disiapkan dengan baik dan dapat bekerja dengan baik. Tim harus siap bekerja,” katanya. Ketua Pokja Restorasi Gambut Wilayah Sumatera, Soesilo Indrarto mengatakan, selama musim kemarau BadanAgen Poker 


Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) bersama tim di lapangan terus memastikan infrastruktur pembasahan gambut (IPG) di berupa sekat kanal dan sumur dalam di provinsi sasaran restorasi Riau, Jambi dan Sumatera Selatan tetap berfungsi. Monitoring juga melibatkan kelompok masyarakat yang dibentuk oleh BRGM.

0 komentar:

Posting Komentar