SEPUTARBERITAIndonesia berjuang untuk memulihkan kehilangan hutan bakau yang cukup besar, dengan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) nasional ditugaskan untuk mempercepat proses selama empat tahun ke depan, karena konsekuensi deforestasi bakau semakin mengkhawatirkan. Deforestasi mangrove di Laut
Jawa Utara dan kawasan pesisir Riau di Sumatera Utara, serta kawasan pesisir lainnya di Indonesia, telah membuat beberapa segmen garis pantai sangat rentan terhadap erosi pantai. Hartono Prawiraatmadja, Ketua BRGM, mengatakan hilangnya hutan bakau di garis pantai Riau membuat lahan gambut di Agen Poker
belakang hutan bakau yang rusak rentan ambruk dan menyebabkan beberapa ruas garis pantai surut 15 meter. Kecuali bakau yang rusak. hutan dipulihkan, abrasi lebih parah akan terjadi, yang akan mengurangi batas negara dan, pada saat yang sama, menghancurkan pemukiman di sekitar wilayah pesisir, mengurangi
hasil perikanan, termasuk udang, kepiting dan ikan, dan meningkatkan risiko tsunami dan menyebabkan penurunan dalam tingkat penyerapan karbon, menurut Hartono. Mengutip data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2019, Hartono mengatakan hutan mangrove Indonesia meliputi area seluas
3,31 juta hektar yang tersebar di 34 provinsi dan mewakili 24 persen dari total luas mangrove dunia. Dari luasan tersebut, 637.624 hektare rusak berat dan harus dipulihkan, dan 79 persen hutan mangrove yang rusak terdapat di sembilan provinsi, yakni Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, AGENDOMINO
Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Papua dan Papua Barat. Untuk itu, Presiden Joko Widodo menugaskan BRGM untuk ikut ambil bagian dalam percepatan proyek rehabilitasi hutan mangrove di sembilan provinsi tersebut, ujarnya.






0 komentar:
Posting Komentar