Rabu, 02 Juni 2021

Inflasi tetap rendah meskipun Ramadhan, Idul Fitri mendorong permintaan makanan, transportasi


SEPUTARBERITA
Tingkat inflasi Indonesia meningkat pada bulan Mei baik secara tahunan maupun bulanan karena harga komoditas pangan dan jasa transportasi naik selama periode puncak belanja negara di bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Harga konsumen naik 0,32 persen di bulan Mei, mengangkat inflasi tahunan menjadi 1,68 

persen, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pada hari Rabu. Sementara kenaikan bulanan lebih tinggi dari Mei 2020, inflasi headline tetap sangat rendah, jika dibandingkan misalnya dengan 2,19 persen yang terlihat tahun sebelumnya. “Ramadan dan Idul Fitri memberi Mei dominan musiman [efek pada inflasi AGENDOMINO

tahun ini],” Setianto, wakil sekretaris BPS untuk statistik jasa dan distribusi, mengatakan pada briefing online, Rabu. Jika kita melihat komoditas utama penyumbang inflasi, bahan makanan [menonjol] di antaranya, yang dibutuhkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari terkait puasa dan Idul 

Fitri, dan tarif angkutan penumpang naik.” Dengan orang-orang yang menerima bonus hari raya keagamaan dan belanja lebih dari biasanya karena Ramadhan dan Idul Fitri, Mei menandai tingkat inflasi bulanan dan tahunan tertinggi sepanjang tahun ini. Namun demikian, angka tersebut tetap lebih rendah Agen Poker 

dari tingkat pra-pandemi. Kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau memberikan kontribusi 0,10 poin persentase terhadap inflasi bulanan, didorong oleh kenaikan harga daging ayam, ikan segar, jeruk, minyak goreng dan daging sapi. Beberapa bahan makanan mengalami penurunan harga, seperti cabai merah dan cabai rawit.

0 komentar:

Posting Komentar