Rabu, 30 Juni 2021

Harga oksigen melonjak di Jakarta saat kasus COVID-19 melonjak


SEPUTARBERITA 
Harga oksigen di Jakarta naik lebih dari dua kali lipat dan beberapa pemasok melaporkan kekurangan pada hari Selasa setelah lonjakan kasus COVID-19 yang mendorong Palang Merah untuk memperingatkan "bencana" virus corona di Indonesia. Pemerintah telah mengumumkan rekor infeksi 


COVID-19 harian lebih dari 20.000 dalam beberapa hari terakhir, dalam gelombang baru yang dipicu oleh munculnya varian virus yang sangat mudah menular dan peningkatan mobilitas setelah bulan puasa Ramadhan. Dengan penuhnya rumah sakit di ibu kota, dan pasien yang ditolak, beberapa orang mencari 


oksigen untuk anggota keluarga yang terinfeksi di rumah. Harga satu tangki oksigen melonjak menjadi $140 dari biasanya $50, kata pemasok. "Saya antri di sini sekarang untuk mengisi oksigen untuk istri dan anak saya yang sekarang positif COVID-19," kata Taufik Hidayat, 51, di salah satu pemasok. "Saya berkeliling dan semuanya terjual habis." Penjual di daerah lain di Jakarta mengatakan kepada Reuters bahwa stok mereka juga telah mengering.Agen Poker


Namun Sulung Mulia Putra, seorang pejabat di dinas kesehatan Jakarta, mengatakan kekurangan di rumah sakit bersifat sementara dan karena masalah distribusi sedang diselesaikan. Distributor tidak memiliki transportasi yang cukup sehingga rumah sakit akan dibantu oleh polisi, dinas taman dan Palang Merah 


untuk mengangkut oksigen. Rumah sakit di beberapa daerah yang ditunjuk telah melaporkan kelebihan kapasitas, termasuk Jakarta, dengan tempat tidur isolasi 93 persen terisi hingga Minggu. "Rumah sakit penuh karena lonjakan kasus yang disebabkan mobilitas dan melonggarnya kepatuhan protokol AGENDOMINO


kesehatan, diperparah juga dengan varian Delta," kata juru bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi. Menteri Kesehatan memimpin dorongan untuk kontrol yang lebih ketat, sumber yang akrab 


dengan diskusi pemerintah mengatakan kepada Reuters.Penyebaran varian Delta telah memicu kekhawatiran krisis di negara terpadat keempat di dunia dalam skala yang dalam beberapa bulan terakhir di India, di mana varian pertama kali terdeteksi.

0 komentar:

Posting Komentar