SEPUTARBERITAVaksinasi COVID-19 di bawah skema swasta yang sangat dinanti-nantikan Indonesia dimulai pada hari Selasa di kawasan industri Jababeka di Bekasi, Jawa Barat. Bambang Heriyanto, sekretaris perusahaan di perusahaan farmasi milik negara Bio Farma, yang telah terlibat dalam upaya inokulasi sektor pemerintah
dan swasta, membenarkan peluncuran tersebut dalam sebuah pernyataan. "Beberapa perusahaan akan berpartisipasi dalam vaksinasi secara bersamaan," katanya kepada The Jakarta Post, Senin. Dengan hanya 9 juta dari 32,5 juta orang yang ditargetkan diinokulasi melalui skema vaksinasi publik pada hari Senin,
perusahaan negara dan swasta sangat ingin mendapatkan vaksin untuk melindungi karyawan mereka dari virus mematikan. Di bawah skema swasta, Kementerian Kesehatan menetapkan harga maksimal per dosis Rp 321.660 dan biaya administrasi maksimal Rp 117.910, sesuai keputusan menteri yang dikeluarkan AGENDOMINO
pekan lalu. Artinya, biaya vaksinasi lengkap hampir Rp 1 juta per penerima, mengingat setiap orang harus mendapat dua dosis agar terlindungi secara optimal. Karena peraturan kesehatan melarang penggunaan vaksin yang sudah digunakan di bawah program yang dipimpin negara, skema swasta akan menggunakan
merek vaksin yang berbeda. Program pemerintah menggunakan suntikan Sinovac Biotech, Novavax dan Pfizer-BioNtech, serta vaksin AstraZeneca yang baru-baru ini ditangguhkan. Skema vaksinasi swasta akan menggunakan dosis dari Sinopharm, dan Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, seperti Agen Poker
dikutip Kompas.com, vaksin dari CanSino Biologics akan diperkenalkan di masa mendatang. Kedua vaksin tersebut diproduksi di China. Bio Farma telah menandatangani kontrak dengan Sinopharm untuk pengadaan 7,5 juta dosis vaksinnya, dimulai dengan 500.000 dosis untuk 250.000 calon penerima. Sisa 7
juta dosis akan tiba secara bertahap dari Mei hingga September tahun ini. “Kalau perlu, [kita bisa pengadaan] total 20 juta dosis, jadi kita lihat saja,” kata Bambang.






0 komentar:
Posting Komentar