SEPUTARBERITAPresiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa memerintahkan peninjauan undang-undang pengendalian senjata menyusul penembakan mematikan di sebuah sekolah menengah di pusat kota Kazan, kata Kremlin. "Presiden memberi perintah untuk segera menyusun ketentuan baru mengenai jenis senjata yang
bisa dimiliki sipil, dengan mempertimbangkan senjata" yang digunakan dalam serangan itu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kepada wartawan, dikutip oleh AFP. Pada hari Selasa, tujuh anak sekolah tewas dan banyak lagi yang terluka setelah seorang remaja pria bersenjata melepaskan tembakan
di sebuah sekolah di kota Kazan, Rusia, kata kepala wilayah itu. Dua anak terlihat melompat dari lantai tiga Sekolah Nomor 175 berlantai empat untuk melarikan diri ketika suara tembakan terdengar, dalam video yang direkam oleh penonton yang diedarkan oleh kantor berita Rusia RIA. Menyebut serangan itu AGENDOMINO
sebagai tragedi besar bagi seluruh negeri, Rustam Minnikhanov, kepala wilayah Tatarstan yang lebih luas, mengatakan tidak ada bukti bahwa ada orang lain yang terlibat. "Kami telah kehilangan tujuh anak ... empat laki-laki dan tiga perempuan. Dan 16 orang, 12 anak-anak dan empat orang dewasa, berada di
rumah sakit," kata Minnikhanov kepada TV pemerintah, dikutip oleh Reuters. "Teroris telah ditangkap. Dia berusia 19 tahun yang secara resmi terdaftar sebagai pemilik senjata." Ada kemungkinan jumlah korban akan meningkat. Sebelumnya, kantor berita Rusia, mengutip sumber kementerian kesehatan, Agen Poker
mengatakan 11 orang telah tewas. Rekaman yang diposting di media sosial menunjukkan seorang pria muda dijepit ke tanah di luar gedung sekolah oleh seorang petugas polisi. Rekaman lain menunjukkan kendaraan layanan darurat yang diparkir di luar sekolah, dengan orang-orang berlarian menuju gedung.
Kazan adalah ibu kota wilayah mayoritas Muslim di Tatarstan dan terletak sekitar 450 mil (725 km) di timur Moskow.






0 komentar:
Posting Komentar