Minggu, 23 Mei 2021

Malaysia memutuskan untuk tidak melakukan lockdown meskipun ada lonjakan kasus COVID-19


SEPUTARBERITA
Malaysia pada hari Sabtu memutuskan untuk tidak melakukan penguncian nasional meskipun kasus COVID-19 setiap hari mencapai lebih dari 6.000 minggu ini. Menteri Pertahanan Ismail Sabri Yaakob, yang mengoordinasikan penerapan pembatasan COVID-19 di negara itu, mengatakan dalam konferensi 

pers langkah-langkah lain akan diterapkan, termasuk mempersingkat jam kerja dan mengharuskan jutaan orang bekerja dari rumah. Malaysia mencatat 6.320 kasus baru dalam 24 jam terakhir dengan 50 kematian pada hari Sabtu, hari keempat berturut-turut di mana kasus harian di negara berpenduduk 32 juta orang itu 

mencapai angka di atas 6.000. Lonjakan infeksi telah mendorong seruan untuk penguncian total seperti yang terjadi pada Maret tahun lalu ketika infeksi virus corona mencapai 100 kasus. Namun, kelompok industri yang bertemu dengan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin pada hari Jumat menentang penguncian AGENDOMINO

total, dengan alasan kekhawatiran atas dampaknya terhadap ekonomi. Dalam konferensi pers bersama hari Sabtu dengan Direktur Jenderal Kesehatan Noor Hisham Abdullah, Ismail mengatakan pemerintah memutuskan untuk tidak melakukan lockdown total karena "kami ingin menyeimbangkan kepentingan 

kesehatan dan mata pencaharian masyarakat. Selama lockdown pertama, ekonomi negara menderita 2,4 miliar ringgit ($ 580). juta) dalam kerugian sehari. " Dia menambahkan bahwa 800.000 orang kehilangan pekerjaan mereka tahun lalu. Mulai Selasa depan, mal, restoran, dan bazar bisa dibuka mulai pukul 8 pagi  Agen Poker 

hingga 8 malam. alih-alih jam operasional saat ini dari pukul 6 pagi hingga 10 malam. Angkutan umum harus mengurangi kapasitasnya hingga setengahnya, sementara 80 persen pegawai negeri dan 40 persen dari sektor swasta harus bekerja dari rumah. Sementara penguncian total telah dihindari, Hisham 

mendesak masyarakat untuk mempraktikkan penguncian diri setidaknya selama dua minggu untuk memberikan ruang bernapas di sektor perawatan kesehatan untuk menimbun peralatan dan obat-obatan. “Kita perlu memutus rantai agar rumah sakit bisa menampung lebih banyak pasien yang diharapkan dalam beberapa hari mendatang,” ucapnya.

0 komentar:

Posting Komentar