SEPUTARBERITAPemerintah yakin lebih dari 1 juta orang telah melakukan perjalanan mudik (eksodus) selama liburan Idul Fitri meskipun ada larangan yang sedang berlangsung dan sedang menyaring pelancong yang kembali karena mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan
pada hari Sabtu bahwa lebih dari 1,5 juta orang telah berhasil kembali ke kampung halamannya meskipun larangan mudik diberlakukan antara 6 dan 17 Mei, sekitar seminggu sebelum dan setelah Idul Fitri, yang jatuh pada 13 Mei tahun ini. Angka tersebut, meski lebih kecil dari prediksi kementerian sebelumnya yang didasarkan pada survei, tetap menjadi kekhawatiran yang membayangi mengingat peningkatan dramatis AGENDOMINO
dalam kasus yang terlihat setelah hari libur umum sebelumnya di negara itu dan deteksi varian virus yang sangat mudah menular. “Apa yang kami lakukan memang belum sempurna, tapi kami bekerja sama dengan kementerian dan lembaga lain untuk menghindari gelombang kasus COVID-19 lagi seperti yang
terlihat setelah libur tahun baru,” kata Budi. Budi mencatat penurunan jumlah penumpang yang bepergian dengan pesawat, kapal, atau kereta api, tetapi mengakui bahwa pengendara masih mencari cara untuk menghindari larangan mudik. Larangan itu seharusnya hanya mengizinkan perjalanan untuk bekerja atau Agen Poker
alasan mendesak lainnya dan mengharuskan pelancong untuk menunjukkan izin dari otoritas lokal dan hasil tes COVID-19 negatif. Pemerintah memperkirakan bahwa sebagian besar orang akan melakukan perjalanan kembali antara 16 Mei dan 20 Mei dalam apa yang disebut arus balik (kontra-eksodus). Tiga
hari sebelum Idul Fitri, Budi mengatakan kementerian, berdasarkan survei sendiri, memperkirakan sebanyak 3,6 juta orang akan melakukan perjalanan kembali pada hari Minggu. Pasca pelarangan mudik, pemerintah masih akan memperketat persyaratan perjalanan, karena pemudik harus menunjukkan hasil tes negatif yang diambil tidak lebih dari 24 jam sebelum keberangkatan mereka dari 18 hingga 24 Mei.






0 komentar:
Posting Komentar