Rabu, 26 Mei 2021

Jepang seharusnya tidak mengikuti kebijakan Barat di Myanmar, kata pejabat senior


SEPUTARBERITA
Jepang harus memainkan peran penghubung dengan junta Myanmar daripada mengikuti kebijakan perubahan rezim Barat, kata seorang pejabat senior di Asosiasi Jepang-Myanmar, yang memiliki hubungan kuat dengan militer Myanmar. "Saya berpendapat bahwa Jepang harus memposisikan dirinya 

sebagai jembatan antara Tatmadaw dan Amerika Serikat dan negara-negara demokratis lainnya daripada secara membabi buta menyelaraskan dirinya dengan kebijakan perubahan rezim Barat," kata Yusuke Watanabe, sekretaris jenderal asosiasi, dalam sebuah opini untuk majalah Diplomat. Asosiasi Jepang-

Myanmar adalah grup swasta ayah Yusuke Watanabe dan politisi Hideo Watanabe diluncurkan untuk menggalang dukungan bagi gelombang investasi Jepang di negara Asia Tenggara. Asosiasi tersebut termasuk pensiunan birokrat pemerintah dan eksekutif bisnis serta anggota perusahaan besar Jepang. AGENDOMINO

Seorang mantan menteri kabinet Hideo Watanabe telah lama menjadi orang penting Tokyo untuk hubungan ekonomi, mendukung proyek pembangunan besar Myanmar dari pengembangan Zona Ekonomi Khusus Thilawa, dan memiliki rekam jejak panjang dalam bekerja sama dengan junta, termasuk pemimpin  Agen Poker 

junta Min Aung Hlaing. Militer Myanmar menggulingkan pemerintah terpilih pada 1 Februari, dengan alasan dugaan kecurangan dalam pemilu tiga bulan sebelumnya, dan sejak itu melancarkan tindakan keras mematikan yang menewaskan ratusan orang dan membuat puluhan ribu orang mengungsi. Jepang, donor 

bantuan utama yang memiliki hubungan lama dengan Myanmar, belum memberikan sanksi eksplisit terhadap militer Myanmar, tidak seperti negara lain seperti Amerika Serikat dan Inggris. Pemerintah Jepang memang menghentikan negosiasi tentang bantuan baru ke Myanmar, tetapi tidak untuk proyek bantuan yang sudah ada.

0 komentar:

Posting Komentar