SEPUTARBERITA :Melalui upaya Satuan Penjaga Pantai dan Laut (KPLP) Kementerian Perhubungan, Indonesia kini memenuhi syarat untuk kriteria Daftar Putih MoU Tokyo, berdasarkan laporan tahunan organisasi tahun 2020. MoU Tokyo bertujuan untuk mengurangi pengoperasian kapal-kapal di bawah standar melalui kerja
sama di negara-negara anggota. Setiap kapal wajib menerapkan standar Organisasi Maritim Internasional (IMO) dan Organisasi Perburuhan Internasional, termasuk keselamatan, perlindungan lingkungan maritim, kondisi kerja, dan standar kehidupan. Pencantuman Indonesia dalam White List Tokyo MoU berfungsi
sebagai pengakuan Port State Control (PSC) Indonesia serta kepercayaan dunia terhadap keselamatan dan keamanan Indonesia dalam urusan maritim. Ini sekaligus menandakan daya saing pelabuhan Indonesia. Direktur Jenderal Perhubungan Laut R. Agus H. Purnomo dalam keterangannya mengatakan bahwa AGENDOMINO
masuknya Indonesia dalam White List merupakan penyempurnaan, seperti sebelumnya dalam Grey List. “Penilaian kinerja andalan oleh Tokyo MoU Port State Control Committee didasarkan pada metode kalkulasi binomial, yang diakumulasikan selama tiga tahun secara bersamaan,” katanya. Laporan tahunan
tersebut merupakan kompilasi dari inspeksi kapal dagang yang dilakukan oleh anggota Tokyo MoU, yang terdiri dari 21 negara anggota penuh di kawasan Asia Pasifik. Negara-negara Daftar Putih termasuk Swedia, Chili, Swiss, Amerika Serikat, Italia, dan Bangladesh. Sebelum dilakukan rekategorisasi, Agen Poker
Indonesia sebelumnya merupakan negara Daftar Hitam sebelum masuk dalam Daftar Abu-abu. Selama tiga tahun terakhir, Direktorat Perhubungan Laut dan KPLP telah melakukan berbagai upaya untuk menaikkan status Indonesia, termasuk menginstruksikan kapal-kapal bendera Indonesia yang berlayar ke
luar negeri untuk diperiksa oleh petugas pengawas negara pelabuhan (PSCO) bersama petugas keselamatan dalam surat edaran 2018. . “Surat Edaran tersebut memberikan dasar hukum bagi PSCO dalam memeriksa kapal-kapal induk Indonesia yang berencana melaut ke perairan internasional,” kata Agus sambil menyebut Pelabuhan Tanjung Priok sebagai contoh kebijakan tersebut.






0 komentar:
Posting Komentar